Minggu, 25 Maret 2012

Sagu Papua

Olah Nain Ghzl:





-Sagu asli, alami, buatan Papua.
-Biasa jadi bahan pangan masyarakat Papua.
-Mengenyangkan.
-Agak keras
-Lebih nikmat jika dimakan sambil minum kopi/teh

Gereja ( 4 Sekawan )

Oleh Nain Ghzl:


Angin kencang siang hari tadi terpaksa menjatuhkannya dr rerantingan pohon mangga. Tergeletak, namun bentuknya masih cukup rapih.
Sangkar burung Gereja, berisi 4 anak burung Gereja. Mereka belum ditumbuhi bulu, masih berwarna merah muda. Lemah dan rentan.
Aku ingin mengembalikannya ke atas sana. Tp aku ragu, aku takut angin kencang menjatuhkan mereka (lagi). Kuurungkan niatku.

Bagaimana nasib 4 'bayi' ini? Kemana perginya Ibu mereka? Apa yg harus kulakukan? Membuang mereka? Ah, hampir pusing aku dibuatnya.
Biarkan saja? Aku tak mau mereka hidup sia-sia. Aku jg tak ingin mereka mati begitu saja. Akhirnya kuletakkan mereka di atas meja.
Ya, sementara mereka 'diam' di atas meja aku berfikir mungkin aku bisa memelihara mereka. Mungkin aku bisa memberi mereka makan.
Mereka nampak kelaparan, paruhnya selalu terbuka. Entah lapar/haus, yg pasti perut mereka harus terisi. Entah diisi dengan apa.

Nampaknya aku harus membuatkan mereka tempat yg lebih layak, sebuah kotak dengan lubang-lubang kecil. Ya, sebuah kandang.
Sekarang kalian sudah aman, di dalam kamarku. Semoga suatu saat nanti aku bisa melihat kalian terbang. Selamat malam, 4 sekawan.




Jumat, 23 Maret 2012

Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat.

Oleh Nain Ghzl:


"Mumpung masih muda, nikmatin hidup sebebas-bebasnya." Pernyataan seperti itu sering kali keluar dari kaum-kaum muda. Kenapa? Karena kaum muda adalah kaum yang bebas. Ekspresif. Rentan dengan dosa. Kenapa rentan dengan dosa? Kaum muda tuh identik dengan hal 'coba-coba', rasa ingin tahunya tinggi. Baik atau buruknya sesuatu jadi tertutupi oleh rasa ingin tahu. Kalo udah tahu, ada yang ketagihan ada juga yang menyesal dan nggak mau dilanjutkan, istilahnya: cukup tau aja lah.

Kaum muda tuh emosinya tinggi, berapi-api, makanya banyak anak muda yang sering terlibat/melakukan sesuatu hanya karena faktor emosi. Ya, sesuatu, entah itu hal baik maupun hal buruk. Entah itu yang dilakukan anak SMP, SMA atau Mahasiswa. Mereka adalah kaum muda. Yang Muda, Yang Berdosa (diambil dari survei rata-rata kebanyakan kaum muda)

"Udah lah, masih kayak gitu aja, udah pada tua juga." Nah, kalo pernyataan ini biasanya keluar dari sosok kaum muda tapi berkepribadian dewasa (biasanya sih Mahasiswa tingkat akhir). Ya, dikala semua hal yang awam sudah diketahui dengan puas kadang seseorang berkesadaran, mendapat teguran, entah dari mana. Bukan mereka orang yang seperti ini termasuk ke dalam golongan orang Yang Tua, hanya pola pikirnya aja yang berkembang.

Kalo untuk golongan Yang Tua, mereka biasanya udah mencapai usia di atas 30-40an, ya udah memiliki pekerjaan, istri dan beberapa orang anak lah. Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan ini udah merasakan manis-pahitnya hidup muda, hidup bebas. Nggak sedikit orang yang merubah pola hidupnya ketika sudah memiliki istri maupun anak. Dunia mereka udah beda. Mereka berubah. Yang Tua, Yang Bertaubat. (diambil dari survei rata-rata kebanyakan kaum tua)

Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat. Saat masih muda hidup pasti penuh dengan dosa (baik yang disadari maupun tidak), maklum, kaum muda. Saat sudah (merasa) tua, ingin hidup tenang, tanpa dosa, ingin masuk surga, maka bertaubatlah mereka.

Ya, mungkin itu udah termasuk dalam siklus kehidupan manusia. Baik yang terjadi di sekitar kita maupun di luar sana, rata-rata sama. Toh namanya kehidupan, dijalanin aja dengan bijaksana.
Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat.

Salam hangat, Yang Maha Muda!

Minggu, 18 Maret 2012

Meninjau Logo Carlsberg

Oleh Nain Ghzl:







Identifikasi 
Carlsberg adalah nama sebuah produk minuman bir dengan logotypenya juga yang bernama Carlsberg. Nama perusahaan dari produk minuman bir ini adalah Carlsberg Group yang berdiri sejak tahun 1847 dan didirikan oleh J. C. Jacobsen. Pusat industrinya berada di Kopenhagen, Denmark. Setelah bergabung dengan konglomerat Norwegia, Orkla ASA pada Januari 2001, Carlsberg menjadi perusahaan bir terbesar kelima di dunia yang mempekerjakan 45.000 pekerjanya pada tahun 2009. Mungkin sekarang (tahun 2011) jumlah karyawan di perusahaan ini lebih dari 31.680 pekerja.

Nama Carlsberg sendiri diambil dari nama anaknya Carl (Carl Jacobsen), dan kata berg adalah nama kota/daerah tempat J. C. Jacobsen lahir.



Deskripsi 
Logo Carlsberg ini memiliki warna background hijau. Tipografinya berwarna putih dengan menggunakan font dasar slab serif kemudian struktur huruf-hurufnya diubah sedemikian rupa sehingga menjadi jenis font dekoratif dengan pendekatan gaya desain art nouveau.

Hampir semua struktur huruf pada logo ini diubah, huruf C yang diubah strukturnya dan jaraknya pun didekatkan dengan huruf A sehingga huruf A terlihat masuk kedalam huruf C. Pada huruf L dan S juga terjadi perubahan karena adanya penyambungan huruf yang dilakukan sang desainer. Huruf B, E, dan R kedua pun berubah karena penyambungan huruf, dan perubahan yang nampak jelas terletak pada huruf R. Penyambungan huruf pun berbeda-beda satu sama lain, antara A dan R pertama, L dan S, dan B, E, dan R kedua. Huruf yang tidak mengalami penyambungan adalah C dan G namun pada huruf G terdapat tambahan pada loop-nya.

Diatas huruf R kedua terdapat unsur gambar seperti daun/bunga.Sementara itu diatas logotype Calrsberg ini terdapat gambar mahkota berwarna emas dengan lambang salib diatas mahkota tersebut. Di dalam gambar mahkota ini terdapat 4 unsur gambar burung yang berwarna setengah merah setengah emas, ada bentuk oval dengan garis vertikal didalamnya, tepat dibawah unsur gambar salib ada 3 buah titik yang tersusun vertikal berukuran dari kecil ke besar yang juga menjadi pemisah diantara 4 unsur gambar burung yang ada.

Secara keseluruhan pencitraan pada logo Carlsberg menggunakan gaya desain art nouveau yanga mana memiliki kesan dekoratif dengan unsur hiasan floral dan hiasan klasik juga indah berupa mahkota yang mewah.



Interpretasi 
Dimulai dari logotype, Carlsberg. Pada hururf C yang mengalami perubahan bentuk struktur huruf memberi kesan seperti gading gajah yang kuat, tajam dan bersih. Perubahan bentuk struktur huruf pada huruf L dan S memberi kesan seperti kaki gajah yang kuat, tegap dan kokoh. Pada 3 huruf yang menyambung (B, E dan R) sebelum huruf terakhir (G) memberi kesan seperti kepala dan tubuh gajah yang kecil tapi kuat dan tenang. Tambahan yang ada pada huruf terakhir yakni G memberi kesan seperti belalai gajah yang sedang menjuntai keatas yang seakan-akan mengilustrasikan seekor gajah yang sedang haus.

Huruf C yang sekilas seperti gading gajah memiliki makna bahwa produk ini (Carlsberg) merupakan minuman bir yang kuat aromanya, tajam atau nikmat rasanya (tajam dalam arti rasanya benar-benar rasa minuman hasil fermentasi yang sejati–penulis), dan bersih proses pembuatannya.

Huruf L dan S yang sekilas seperti kaki gajah memiliki makna bahwa Carlsberg perusahaan yang dapat bertahan lama dengan sistem yang bagus, fokus, bangunan yang kokoh, dan pendirian yang tegas dan tidak mudah goyah. Carlsberg merupakan perusahaan yang tidak mudah untuk ditumbangkan.

Pada huruf B, E  dan R kedua yang sekilas seperti kepala dan tubuh gajah yang kecil tapi kuat memiliki makna bahwa Carlsberg merupakan produk minuman hasil fermentasi yang kuat aromanya yang berdampak kecil bagi tubuh seseorang dan ada dampak besar tapi juga ada dampak positif bagi kepala seseorang (fikiran seseorang lebih tepatnya). Dengan menikmati produk Carlsberg dapat menenangkan suasana, menyegarkan fikiran dan tubuh namun dapat memberikan dampak negatif jika terlalu banyak mengkonsumsinya.

Tambahan yang ada pada huruf terakhir yakni G memberi kesan seperti belalai gajah yang sedang menjuntai keatas memiliki makna Carlsberg merupakan produk minuman hasil fermentasi yang cocok dikonsumsi untuk orang yang kehausan karena cuaca yang panas sehingga setelah mengkonsumsi produk ini rasa haus hilang seketika dengan efek segar yang dirasakan tubuh.

Unsur gambar bunga yang ada diatas huruf R kedua memilki makna bahwa produk Carlsberg selalu beraroma enak dan segar juga memberikan efek menyegarkan pada menyejukkan orang yang mengkonsumsinya. Selain itu unsur gambar bunga tersebut juga berfungsi sebagai simbol pada huruf R yang jika kata Carlsberg dibaca/diucapkan ada sedikit penekanan di huruf R kedua sehingga bunyi kata Carlsberg menjadi sedikit berbeda dari tulisannya.

Font Dekoratif dengan pendekatan gaya desain Art Nouveau memiliki makna bahwa produk Carlsberg diharapkan dapat menciptakan kecerian, kegembiraan, kesegaran, kesejukan juda keindahan bagi orang lain sehingga mereka dapat menikmati hidup mereka dengan semangat, ceria dan selalu bersahabat dengan sekitarnya (alam).

Unsur gambar mahkota mewah (lebih detailnya ada di bagian 2. Deskripsi) member kesan kemewahan, keberanian, ketangguhan, kemenangan, juga kebebasan. Makna yang terkandung didalamnya adalah Carlsberg merupakan produk yang mewah, bebas tai sopan, dan memiliki daya tarik sebuah kemenangan.

Warna background kijau memiliki makna kenyamanan, kesejukan dan kesegaran bahwa Carlsberg dapat memberikan efek kenyamanan, kesegaran dan kesejukan. Warna pada logotype ini adalah putih yang memiliki makna kebersihan, ketenangan, kesegaran, kehalusan juga kejujuran.

Secara keseluruhan logotype Carlsberg yang berwarna putih ini dengan unsur gambar bunga diatas huruf R kedua dan jenis font dekoratif dengan pendekatan gaya art nouveau juga unsure mahkotanya memiliki makna bahwa Carlsberg merupakan produk yang mewah, bersih dan jujur proses pembuatannya, bagus perusahaannya, nikmat dan segar rasanya, kuat dan enak aromanya, bagus kualitasnya, jika dikonsumsi dapat menyegarkan dan menyejukkan suasana pastinya juga dapat menciptakan rasa semangat, keceriaan, kenyamanan dan kebersamaan dalam hidup.



Kesimpulan
Dari sekian proses yang sudah dilakukan dapat ditarik satu kesimpulan mengenai Carlsberg. Kesimpulannya adalah bahwa logo Carlsberg dibuat dengan gaya desain art nouveau yang simple mengutamakan pada ornamental floral dan kesegaran, kenyamanan, keindahan juga kemewahan. Karya ini termasuk unik dan menarik dimana dapat memberikan kesan eyecatching dan nyaman bagi orang yang melihatnya.

Makna-makna dari semua unsur visual tersebut saling berhubungan dengan produk Carlsberg sendiri.

Selasa, 06 Maret 2012

Sehat Vs Sakit

Oleh: Nain Ghzl


Siapa sih yang nggak mau hidup sehat? Bisa beraktifitas dengan baik, makan dengan nikmat, tidur lelap, setiap hari tuh tubuh rasanya seger banget. Hidup sehat menjadi idaman setiap orang dan tentunya banyak dari kita yang nggak mau sakit. Sakit bisa menghambat segalanya, kebalikannya sehat lah. Sehat susah didapat, sakit mudah didapat.

Pernah sakit? Pada saat kondisi seperti apa sakit itu datang? Bagaimana rasanya? Pasti nggak enak, kan? Ya, dan kebanyakan oran-orang yang sedang sakit itu pasti selalu MENGELUH. Oke, mengeluh saat sakit itu emang wajar, tapi kalo berlebihan itu udah nggak wajar, coy. Sebagai orang yang beriman gue percaya bahwa sakit itu adalah teguran dari Tuhan, bentuk rasa sayang Tuhan terhadap umatNya. Pemberian dari Tuhan kok dikeluhkan? Ada baiknya bersyukur masih bisa merasakan sakit. Tuhan tu yang megang kendali, serahin aja sam Sang Maha, toh Ia lebih tau apa yang baik/buruk untuk umatNya. Oke, stop bawa-bawa Tuhannya, males aja kalo ada yang sakit tapi mengeluhnya berlebihan, apalagi 'keluhan' itu sampe dipublish ke jejaring sosial. (kok jadi sinis gini gue?) Oke, yang pasti kalo Tuhan udah ngasih sakit nggak mungkin Dia nggak ngasih sehat (kesembuhan) untuk umatNya.

Ada yang bilang kalo sakit tuh cuma sesuatu yang numpang lewat di dalam tubuh kita. Oke, ada benarnya juga sih pernyataan itu, tapi kalo sakitnya betah gimana? namanya bukan sakit lagi dong, jadi penyakit. Ya, penyakit bukan "sesuatu yang numpang lewat di dalam tubuh kita" tapi sebuah parasit yang hidup di dalam tubuh kita. Penyakit = Parasit = Harus dibuang sampe akar-akarnya.

Sakit bisa jadi penyakit, sehat bisa menghalang sakit dan penyakit. Sayangnya, hidup sehat tuh susah coy. Dari pola makan, pola tidur dan pola-pola yang lainnya harus serba sehat. Bisa gitu? Yaa bisa aja si kalo niat mah. Terkadang kalo abis sakit terus sembuh pasti bawaannya pengen hidup serba sehat, tapi itu cuma bertahan beberapa hari dalam pikiran, banyak 'setan' di dalam dan luar sana, coy. Seenggaknya setelah sembuh dari sakit setiap dari kita disadari atau tidak pasti akan dapat hikmah dariNya, apapun itu.

Sakit? Dinikmatin aja secara bijaksana.
Sehat? Ya disyukurin atuh.

Sehat itu memang mahal tapi sakit jauh lebih mahal!