Oleh Nain Ghzl:
"Kalo pake kaos jangan dibalik, itu sama aja nyumpahin orangtua sendiri meninggal."
"Jangan pake/buka payung di dalem rumah, entar bisa kesamber petir."
"Jangan duduk di atas bantal, entar pantatnya bisulan."
"Jangan bersiul pas malem-malem apalagi malem Jum'at, entar ditampar setan lho."
Jumat, 16 September 2011
Renungan Subuh
Oleh Nain Ghzl:
Tuhan,
apakah Kau masih menerima sujudku?
Terlalu banyak dosa-dosaku, ya Allah.
dosa yang aku tahu maupun yang luput dari sepengetahuanku.
begitu juga dengan amal baikku.
entah yang mana yang lebih banyak,
amal baikku kah atau amal burukku (dosaku)?
memang hanya Engkaulah yang Maha Tahu,
atas segala perbuatan umat-umatmu.
andai Kau izinkan aku,
aku ingin tahu, (sudah) berapa banyak amal baik dan burukku?
mungkin Engkau bisa memberitahuku?
sebelum aku benar-benar meninggalkan kefanaanMU,
menempatkanku di nerakaMu (naudzubillahimindzalik)
aku tak mau itu, ya Allah.
Terangkanlah hidupku,
lindungi aku,
sadarkan hatiku,
tuntunlah jalanku, ya Allah.
agar surga menerimaku, nanti.
Tuhan, masihkah Kau menerima sujudku?
menerima hidupku (yang seperti ini)?
Tuhan,
apakah Kau masih menerima sujudku?
Terlalu banyak dosa-dosaku, ya Allah.
dosa yang aku tahu maupun yang luput dari sepengetahuanku.
begitu juga dengan amal baikku.
entah yang mana yang lebih banyak,
amal baikku kah atau amal burukku (dosaku)?
memang hanya Engkaulah yang Maha Tahu,
atas segala perbuatan umat-umatmu.
andai Kau izinkan aku,
aku ingin tahu, (sudah) berapa banyak amal baik dan burukku?
mungkin Engkau bisa memberitahuku?
sebelum aku benar-benar meninggalkan kefanaanMU,
menempatkanku di nerakaMu (naudzubillahimindzalik)
aku tak mau itu, ya Allah.
Terangkanlah hidupku,
lindungi aku,
sadarkan hatiku,
tuntunlah jalanku, ya Allah.
agar surga menerimaku, nanti.
Tuhan, masihkah Kau menerima sujudku?
menerima hidupku (yang seperti ini)?
Kamis, 08 September 2011
Hidup itu...
Oleh Nain Ghzl:
Hidup itu harus punya prinsip, biar nggak goyang.
Hidup itu harus punya keyakinan, biar ngejalaninnya nyaman.
Hidup itu harus bergerak, karena segalanya yang bergerak sudah pasti hidup.
Hidup itu harus kritis, biar bisa survive.
Hidup itu harus punya prinsip, biar nggak goyang.
Hidup itu harus punya keyakinan, biar ngejalaninnya nyaman.
Hidup itu harus bergerak, karena segalanya yang bergerak sudah pasti hidup.
Hidup itu harus kritis, biar bisa survive.
MEN-(T)INGGAL-KAN
Oleh Nain Ghzl:
"MEN-(T)INGGAL-KAN"
Terlalu berat makna dari kata tersebut..
Dan percayalah, suatu saat saya dan atau anda pasti akan menggunakan kata tersebut.
Meninggalkan dan pergi ke tempat yang sebenarnya dan seharusnya.
Tinggal (sejenak) atas izin Tuhan, Meninggal karena takdir Tuhan, Meninggalkan untuk menghadap Tuhan.
Dan tahukah anda, bahwa sesungguhnya hidup adalah PERMAINAN yang dibuat oleh Tuhan. Untuk manusia menggunakan kata "MEN-(T)INGGAL-KAN" pun merupakan pilihan yang masih bagian dari PERMAINAN Tuhan..
Bermainlah dan tentukan PILIHANMU !
"MEN-(T)INGGAL-KAN"
Terlalu berat makna dari kata tersebut..
Dan percayalah, suatu saat saya dan atau anda pasti akan menggunakan kata tersebut.
Meninggalkan dan pergi ke tempat yang sebenarnya dan seharusnya.
Tinggal (sejenak) atas izin Tuhan, Meninggal karena takdir Tuhan, Meninggalkan untuk menghadap Tuhan.
Dan tahukah anda, bahwa sesungguhnya hidup adalah PERMAINAN yang dibuat oleh Tuhan. Untuk manusia menggunakan kata "MEN-(T)INGGAL-KAN" pun merupakan pilihan yang masih bagian dari PERMAINAN Tuhan..
Bermainlah dan tentukan PILIHANMU !
Sedikit "memuntahkanya"!
Oleh Nain Ghzl:
Terkadang manusia terlalu banyak bermimpi. Memimpikan yang TIDAK MUNGKIN juga yang MUNGKIN. Tapi apa salah jika manusia terus bermimpi? tentu TIDAK.
Manusia punya otak, angan, dan ruang imaji. Dari unsur-unsur tersebut ide & inspirasi terproses hingga membuahkan hasil.
Cakrawala manusia akan terus berkembang jika manusia mau melakukan "pergerakan".
CAKRAWALA itu PENTING dan BERMIMPI itu baik walau hanya IMAJINASI diri.
Karena hidup tak selamanya NYATA .
Terkadang manusia terlalu banyak bermimpi. Memimpikan yang TIDAK MUNGKIN juga yang MUNGKIN. Tapi apa salah jika manusia terus bermimpi? tentu TIDAK.
Manusia punya otak, angan, dan ruang imaji. Dari unsur-unsur tersebut ide & inspirasi terproses hingga membuahkan hasil.
Cakrawala manusia akan terus berkembang jika manusia mau melakukan "pergerakan".
CAKRAWALA itu PENTING dan BERMIMPI itu baik walau hanya IMAJINASI diri.
Karena hidup tak selamanya NYATA .
Selasa, 06 September 2011
Ketika
Oleh Nain Ghzl:
Ketika tontonan menjadi tuntunan, tuntunan menjadi tontonan
Ketika pilihan menjadi kewajiban, kewajiban menjadi pilihan
Ketika keadaan menjadi keharusan, keharusan menjadi keadaan
Ketika rasa menjadi logika, logika menjadi rasa
Ketika kebiasaan menjadi kewajaran, kewajaraan menjadi kebiasaan
Ketika karakter menjadi identitas, identitas menjadi karakter
Ketika diam menjadi malas, malas menjadi diam
Ketika benar menjadi salah, salah menjadi benar
Ketika hasrat menjadi ego, ego menjadi hasrat
Ketika masalah menjadi pelajaran, pelajaran menjadi masalah
Ketika angan menjadi keinginan, keinginan menjadi angan
Ketika keputusan menjadi prinsip, prinsip menjadi keputusan
Ketika kelebihan menjadi kekurangan, kekurangan menjadi kelebihan
Ketika peluang menjadi kesempatan, kesempatan menjadi peluang
Ketika segalanya menjadi sesuatu, sesuatu menjadi segalanya
Ketika kepuasan menjadi kecukupan, kecukupan menjadi kepuasan
Ketika kata menjadi makna, makna menjadi cerita, cerita menjadi realita, realita menjadi kata
Ketika tontonan menjadi tuntunan, tuntunan menjadi tontonan
Ketika pilihan menjadi kewajiban, kewajiban menjadi pilihan
Ketika keadaan menjadi keharusan, keharusan menjadi keadaan
Ketika rasa menjadi logika, logika menjadi rasa
Ketika kebiasaan menjadi kewajaran, kewajaraan menjadi kebiasaan
Ketika karakter menjadi identitas, identitas menjadi karakter
Ketika diam menjadi malas, malas menjadi diam
Ketika benar menjadi salah, salah menjadi benar
Ketika hasrat menjadi ego, ego menjadi hasrat
Ketika masalah menjadi pelajaran, pelajaran menjadi masalah
Ketika angan menjadi keinginan, keinginan menjadi angan
Ketika keputusan menjadi prinsip, prinsip menjadi keputusan
Ketika kelebihan menjadi kekurangan, kekurangan menjadi kelebihan
Ketika peluang menjadi kesempatan, kesempatan menjadi peluang
Ketika segalanya menjadi sesuatu, sesuatu menjadi segalanya
Ketika kepuasan menjadi kecukupan, kecukupan menjadi kepuasan
Kota Pengemis
Oleh Nain Ghzl:
Tidak perduli dg
keadaan sekitar, di luar sana mereka teriak, mengeluhkan nasibnya,
meminta-minta.
Ada pula yg nekat
mengetuk kaca, dg tampang melas, mereka berharap ada secercah rezeki yg keluar
dr jendela.
Mereka tak
perduli rezeki itu apa, entah rokok, sepeser uang, atau sepotong makanan. Bagi
mereka rezeki itu datang dr celah jendela.
Dan itulah mata
pencaharian mereka. Bersiap siaga disamping rel, menunggu berhentinya kereta. Cukup
5 menit saja.
1 langkah dr sisi gerbong, tempat mereka 'bekerja', di
bawah jendela kereta, di setiap harinya. Mereka, bocah-bocah yg mengharap iba
dr sang empunya.
Ketika Si Jago Jadi Burung Dara
Oleh Nain Ghzl:
Adalah Jago, tak
berjengger namun pandai berkokok. Berkokok adalah kehebatannya. Pagi, siang
maupun malam ia terus berkokok dimana-mana, mencari mangsa menggertak lawannya.
Akhirnya di suatu
tempat, Jago menantang lawannya, senjata andalannya digunakan: berkokok. Lawannya
terus menikmati kokokan Jago hingga akhirnya keadaan hening sesaat, Jago tak
lagi berkokok. Hening. Sekedipan mata ternyata Jago telah berubah menjadi
Burung Dara, linglung, tak tentu arah, tanpa suara.
Si Jago tuli,
buta, Jago baru sadar bahwa lawannya bukanlah sejenisnya, lawannya adalah
kawanan Lebah Pekerja. Jago pun berubah.
Ketika Si Jago jadi Burung Dara, gelisah, linglung tak tentu
arah, tak bersuara, patuk sini patuk sana,
ia pulang membawa kabar duka bahwa ia bukanlah Jago tapi hanya Burung Dara. Burung
Dara Betina.
Ketika Si Jago
Jadi Burung Dara, kokokannya parau terdengar ditelinga.
Ketika Si Jago
Jadi Burung Dara, payah.
Menyambut Hari
Oleh Nain Ghzl:
Kicau burung
menari, sengatan matahari, aku di bangku kayu jati, menikmati pagi.
Masih di bangku
kayu jati, ditemani emak terkasih, menjadi pendengar cerita tentang kisah kami.
Segelas susu dan
5 potong uli nikmat sekali, 2 puntung rokok tak berbara lagi, saksi
perbincangan kisah kami.
Si emak pergi, ke
dapur ia kembali, memasak sayur asem untuk pelengkap menu makan kami.
Sampai jumpa lagi bangku kayu jati, aku ingin menyapa
mimpi.
Langganan:
Postingan (Atom)