Jumat, 21 Desember 2012

PANGGIL AKU SARI - The Movie

Oleh Nain Ghzl:


Hallo! Apa kabar? Semoga hidup kalian tetap kelap-kelip! :)

Sebelumnya saya pernah membuat cerita pendek dengan judul Panggil Aku Sari di blog ini. Atas dasar kewajiban dan kesepakatan bersama, kami (Nain, Eddy, Panggih, Choir, dan Nanda)  bekerja sama untuk membungkus cerita pendek tersebut menjadi sebuah film pendek.

Mungkin adegan/setting di film ini ada yang tidak sinkron dengan di cerita. Karena keterbatasan waktu dan kemampuan, kami berusaha membuat film ini dengan sebaik mungkin. Maklum, masih belajar. :D

Oke. Langsung aja. Sebuah tugas akhir mata kuliah Multimedia Editing DKV ISI Yogyakarta. JusKaktus Production dengan bangga mempersembahkan:
PANGGIL AKU SARI




Selasa, 09 Oktober 2012

Jogja - Jakarta Bersepeda Motor

Oleh Nain Ghzl:


(salinan)

Libur telah tiba Saya pun disuruh pulang kampung sama Emak. Sempet bingung mao mudik naek apa, tapi akhirnya diputuskan juga mudik kali ini naek sepeda motor. Emang bukan motor Saya tapi motor temen sebelah kost+sebelah kampung Saya. Kamis (24/6) jam 10an (pagi) dengan persiapan seadanya, tanpa jas hujan; ga pake sarung tangan, kacamata dan jaket tebal; dengan STNK & Pajak Motor yang mati (kadarluwasa); modal nekat; dan buta rute jalan kami pun berangkat. Berhubung kami muslim perjalanan diawali dengan Basmallah.

Jogja-Cirebon kemudi di pegang temen Saya. Halangan pun datang bergantian: hujan, nyasar, hujan (lagi), ketakutan di Prupuk (jalan berlubang+gelap & sepi banget). Sampe Cirebon kalo ga salah jam 1/2 10an (malem) badan udah ga karuan, ngabarin temen, kami pun numpang istirahat dirumahnya. Niatnya sebentar ujung-ujungnya bangun tidur jam 8 pagi. Dikasih sarapan sama tuan rumah, jam 10an kami tancep gas (lagi).

Cirebon-Jakarta Saya pegang kemudi. Via PantUra si Jupi (baca: motor temen Saya) melenggang cepat dan lihai. Halangannya: macet panjang, kebelet boker dan dehidrasi. Gerbang Jakarta kami lewati jam 1/2 5an (sore) dan sampe di rumah Saya ba'da Isya (jam 7an). Narik nafas, buang, perjalanan Kami akhiri dengan Hamdallah.

Untuk pertama kali Saya dan teman Saya mudik naek sepeda motor. Alhamdulillah kami tiba di kampung halaman dengan selamat dan aman (ga ada razia), pantat panas+lumayan tepos, seluruh badan pegel-pegel hebat, kulit tangan belang dan bertambah pengalaman.

Kalo ada yang pertama, pasti ada yang kedua. (Jakarta-Jogja naek motor (lagi)? Ya ayo!).
Terimakasih atas pertolongan anak Beatlock dan marka jalan yang sedikit ngaco. Hahaha

Rabu, 04 Juli 2012

Purnama Kedua

Oleh Nain Ghzl:


Rembulan tlah menyapu awan, dipanggilnya bintang-bintang. Bercumbu mereka di langit yg hitam kebiruan.

Maaf Tuan, semilir angin yg kau harapkan tak bisa dtg. Ia sedang dlm perjalanan, mengawal awan yg kedinginan di jalan pulang.  

"Abang, tak usah lah kau kebingungan. Pandangi saja aku dalam-dalam, dg nyaman. Biarkan hatimu terbenam." Bisik Si Rembulan.  

Duhai Rembulan, aku masih memandangmu, menatapmu dg tajam. Tp jgn kau buat hatiku terbenam, tak ada tanggul untuk ku genggam.  

"Abang, biarkan aku benamkan hatimu, kan kuhanyutkan engkau menuju pesonaku, menikmati kesempurnaanku." Ajak Si Rembulan.

...dan kita semakin hanyut, Bulan. Kau cumbu aku terus-terusan, dg kesejukkan. Aku terbenam, tak ingin pulang. Hilang.

Selasa, 26 Juni 2012

Masih #22

Oleh Nain Ghzl:


Baru aja bangun dari tidur yang tidak begitu pulas, 2 orang muda-mudi datang ke kost saya. Mereka adalah Mas Ega dan Neng Dinda, membawa pot berisi kaktus dan sepotong kartu ucapan. Ini dia penampakannya:




Ternyata kaktus ini persembahan dari 4 orang kawan: Neng Dinda, Mas Ega, Mas Iwan dan Mas Arya. What a wonderful gift! (Sumpah, gua tersentuh banget pas dikasih ni kaktus. Hahaha)
Anyway, matur suwhun banget guys 'kado'nya! Kalian memang superb sekali! :*

#22

Oleh Nain Ghzl:


Ya, hari ini adalah tanggal 26 Juni 2012. Sebelumnya saya kira hari ini tanggal 25 Juni 2012 #efekliburan #mudahpikun. Alhamdulillah, Tuhan masih melancarkan nafas saya. Terima kasih buat kawan saya @adipagi yang--menurut saya--sudah memberikan 'kado' paling asoy. Hahaha. Ini dia 'kado'nya:




Pertama kali liat gambar ini, sumpah, perut saya hampir keram, rahang saya pegel, ngakak sampe sekarat. Oke, pernyataan saya yang barusan memang berlebihan.
Terlalu ngocol dan kreatif ide si @adipagi untuk mengedit gambar si Chris John ini. Hahaha. Anyway, happy birthday to me! Thanks @adipagi! Thanks Everybody! #sikatjohn #cheers

Sabtu, 23 Juni 2012

Panggil Aku Sari (Poster Film)

Oleh Nain Ghzl:


Dalam rangka menjalani tugas akhir Multimedia Editing di kampus DKV ISI Yogyakarta, kami (Zulkarnain Ghazali, Edy Sulistyo Budi, Panggih ismoyo, Muhammad Choir, Nanda Suryawan) berkerja sama membuat sebuah film pendek.




Ya, kami, JusKaktus mempersembahkan sebuah film pendek dengan judul "Panggil Aku Sari". Mau tau bagaimana dan seperti apa isi film ini?? Tunggu tanggal mainnya! :D :P

JusKaktus

Oleh Nain Ghzl:


Sebuah Prdouction House yang memproduksi film indie.



copyrigth logo by @panggihismoyo

Save Them For Your Life

Oleh Nain Ghzl:


Judul: Celengan Air
Media: Print Outdoor
Ukuran: 100cm x 70cm




Judul: Dandang- Artefak Indonesia
Media: Print Outdoor
Ukuran: 100cm x 70cm




Minggu, 27 Mei 2012

Anjing, Kukang dan Manusia Setengah Dewa

 Oleh Nain Ghzl:


Menyalak, berlari lalu menggigit. Biasanya sendirian. Kadang dirantai. Kasihan, hidupnya terlalu tertekan. Banyak yang memusuhinya, kucing contohnya. Bukan hanya kucing, banyak juga anjing-anjing lain yang memusuhinya. Mungkin tidak memiliki jiwa persahabatan atau memang terlalu egois. #Anjing

Lucu, imut. Hobinya tidur, dengan pose bergelantungan--meringkuk. Pemalas, lemas, seakan tenaganya sudah habis terkuras. Suka menyendiri juga suka berteman. Hidupnya seakan tak bermasalah, ia pun tak ingin mendapatkan masalah. Pergerakannya lambat, terlalu santai. Perasaannya kurang peka. Ada saja yang kesal dengannya, semut misalnya. #Kukang

Manusia, bukan manusia biasa. Ia seperti dewa, sikap maupun sifatnya, bukan wujudnya. Hadir dengan sendirinya, ada karena diadakan. Bisa disebut sebagai Tuhan kedua tapi jangan sebut ia nabi. Ingin dipuja karena ada tujuannya. Banyak yang memuja, karena ada maunya. Ambisi. Obsesi. Tak jarang menimbulkan diskriminasi. Hidupnya sangat fantasi. #ManusiaSetengahDewa

Di mana pun. Kapan pun. Disadari atau tidak. Mereka ada. #Anjing #Kukang #ManusiaSetengahDewa

#salamkelapkelip

Minggu, 06 Mei 2012

Jumat, 13 April 2012

Kamis, 05 April 2012

Panggil Aku Sari

Oleh Nain Ghzl:



Sari: “Iya, aku ngerti. Tapi maaf banget Jon, aku nggak bisa jadi pacar kamu.”
Joni: “Tapi aku butuh orang seperti kamu, kamu tuh terlalu sempurna bagi aku.”
Sari: “Jon, kamu terlalu berlebihan. Aku nggak seperti yang kamu pikirkan. Kita masih bisa sahabatan kok.”
Sari menggenggam tangan Joni sambil tersenyum manis, tanpa sepatah kata Sari meninggalkan Joni yang tertunduk lesu. Sari melenggang dengan indahnya, meninggalkan Joni dengan bijaksana, di kafe favoritenya.

Sari, mahasiswi kedokteran semester akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di kotanya. Wajahnya manis, supel, misterius, pintar, pernah belajar karate. Tidak hanya pria yang mengagumiya, kaum perempuan pun banyak yang tergoda dengan pesonanya, sayangnya ia tidak terlalu suka menjalin hubungan atau berpacaran dengan seorang pria.

Ringtone handphone berbunyi, Sari terbangun dari tidurnya yang cukup pulas. Dengan mata masih terpejam ia mengangkat panggilan itu. Suara perempuan terdengar manja di ujung sana, Lisa menelpon Sari.
Lisa: Hei, kamu lagi di rumah nggak?
Sari: Iya nih, aku baru aja bangun tidur. Emang kamu lagi di mana?
Lisa: Aku abis dari toko buku, sekarang posisi aku lagi deket-deket rumah kamu nih. Aku mampir ke rumah kamu ya?
Sari: “Hah? Kamu sama siapa?”
Lisa: “Aku sendirian. Gimana? Boleh kan?”
Sari: “Hmmm Yaa boleh kok sayang. Yaudah, hat-hati yaa.”
Lisa: Asiik. Oke cinta. See you. Mmuaach!
Sari nampak kebingungan, ia kaget kekasihnya ingin datang ke rumahnya, biasanya ia yang mengajak langsung mantan-mantan kekasihnya untuk datang ke rumahnya. Hmm.. Hah? Jam 3 sore?!, ia mengutuk dirinya sendiri yang tidur terlalu pulas.


Lisa adalah seorang mahasiswi baru jurusan psikologi di salah satu perguruan tinggi swasta di kotanya. Ia perempuan yang polos, periang, selalu ingin tahu dan penasaran, sedikit manja, mudah percaya dengan orang lain, labil, sensitif. Lisa baru mengenal Sari beberapa minggu lalu di sebuah kafe dan sekarang mereka sudah menjalin kasih, menjadi pasangan sejenis.

Lisa pun tiba, ia berjalan menuju pintu rumah Sari.
Lisa: (Mengetuk pintu) “Sariii. Aku di depan nih.”
Sari: (Dengan sambil membawa handuk Sari segera membukakan pintu) “Heeii. Cantik banget sih.”
Lisa: “Hehe makasiiihh. Kamu abis mandi?”
Sari: Ini malah baru mau mandi. Hehe. Yaudah yuk, masuk.
Setelah melakukan 'upacara penyambutan' (berpelukan sambil cipika-cipiki) mereka segera menuju kamar Sari.
Lisa: “Hmm kamarnya bagus, tapi kok agak berantakan yaa. Hehe.”
Sari: “Hehe aku lagi males beres-beres. Eh, katanya abis dari toko buku? Beli buku apa?”
Lisa: Ih, dasar. Hehe. Oh iya, ini aku abis beli buku psikologi, buat referensi. Tapi nggak tau deh nanti kebaca apa nggak. Hehe.
Sari: Haha. Aku juga banyak tuh buku-buku dan selalu aku baca.
Lisa: “Hehe. Eh, yaudah kamu mandi dulu gih. Aku tungguin sambil beres-beres kamar kamu."
Sari: “Iiihh nggak usah, biar nanti aku aja yang beresin sendiri.”
Lisa: “Santai aja, Sari. Kamu mandi dulu aja gih.”
Sari: “Lisaa, serius, nggak usah. Kamu duduk tenang aja di sini. Oke?”
Lisa: “Nggak mau, kalo kamar kamu rapih kan akunya jadi betah lama-lama di kamar kamu.”
Sari: “Hmmm.”
Sari tidak bisa menolak Lisa, tapi ia merasa ketakutan. Takut ketahuan. Buru-buru ia ke kamar mandi untuk menyegarkan dan memepercantik dirinya.

Satu per satu barang mulai tertata rapi, Lisa semakin semangat merapihkan kamar Sari. Ia menemukan beberapa botol berisi cairan aneh, Oh, mungkin ini buat tugas kuliah, pikirnya, ia pun segera merapikannya. Buku-buku pun sudah tertata rapih, kemudain lemari. Karena penasaran dan selalu ingin tahu Lisa pun mencoba membuka salah satu laci lemari, Hmm kira-kira ada apa ya di dalam sini? Hehe., pikirnya. setelah dibuka, Lisa kaget, ia hampir terjatuh. Diperhatikan dengan seksama, ada sepotong tangan di dalam sana, masih ada darahnya yang sudah mulai mengering. Lisa ketakutan, ingin teriak tapi ia urungkan. “Ada apa ini? Apa yang terjadi? Untuk apa potongan tangan manusia itu? Ada apa dengan Sari? Oh, apa mungkin itu properti kuliahnya? Tapi kok serem ya?” Berbagai macam pertanyaan penasaran menjejali benak Lisa. Ia segera membereskan kamar Sari dengan panik dan tergesa-gesa.

Saat ingin menutup laci tempat potongan tangan yang tadi, tiba-tiba dari belakang Sari menepuk pundak Lisa.
Sari: “Heeii. Udah selesai?”
Lisa: (kaget) (sambil menutup laci) “Uu..udah kok, raa..rapih kan?”
Sari: (sambil melihat sekeliling kamar) “Eh, gimana penampilan aku?”
Lisa: “Bagus, aku suka.”
Sari memulai untuk merias diri, Lisa nampak ketakutan di atas kasur. Lisa ingin menanyakan ke Sari tentang apa yang ia temukan di kamar Sari, tapi ia urungkan. Ia takut, panik dan bingung harus berbuat apa. Lisa memeperhatikan Wajah Sari di meja rias, Sari nampak tenang dan senang. Ketika sari ingin membuka obrolan dengan Lisa tiba-tiba Lisa langsung berkata ke Sari kalau ia ingin ke kamar mandi. Lisa dengan agak terburu-buru keluar kamar Sari dan langsung menuju kamar mandi. Belum sampai kamar mandi, Lisa tanpa sengaja terjatuh. Ia tersungkur, kakinya tersandung sesuatu. Setelah dilihat, ternyata Lisa tersandung tangan seorang mayat perempuan. Mayat itu dihiasi luka-luka bekas tusukan, masih nampak segar sesegar darah yang melumuri tubuh dingin tak bernyawa itu. Lisa menangis sesegukan.
Lisa langsung masuk kamar mandi. Kok ada mayat segala? Masa iya mayat ini properti kuliahnya Sari? Atau jangan-jangan Sari?? Ah nggak mungkin! Tapi kok Sari nggak cerita-cerita ke aku? Ada apa ini sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan penasaran kembali menjejali pikiran Lisa, ia curiga, ia semakin gelisah. Saat ia berusaha untuk tenang dan mengendalikan situasi tiba-tiba listrik mati, semua lampu yang ada di rumah Sari padam. Kamar mandi gelap.
Sari: “Liis kamu di mana? Mati listrik nih.”
Lisa: “....” (diam, tak menjawab, mencoba menghentikan tangisnya)
Sari: “Lissaaa! Kamu di mana!? Jangan lama-lama dong di kamar mandinya!”
Lisa: (akhirnya menjawab dengan nada suara yang agak tenang) Aku masih di kamar mandi.
Mati listrik ya? Atau cuma njegleg?
Sari: “...” (tidak menjawab)
Lisa: (mulai panik lagi) “Sarii! Kamu di mana?”
Saarr?
Sarriii?! (semakin panik)
Lampu mulai menyala lagi dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.
Sari: “Heii. Aku di sini.”
Lisa: (kaget) “Ee... uu.. udah nyala lagi lampunya?”
Sari: (dengan nada suara datar) “Iya, ternyata tadi listriknya njegleg. Yaudah yuuk.”
Lisa: “O, iyaa.”
Sari jalan lebih dulu dan Lisa mengikuti di belakangnya, setelah melewati tempat ia tadi tersungkur ternyata sudah tidak ada mayat perempuan di sana. Lisa bingung dan semakin panik. “Kemana mayat yang tadi? Nggak mungkin kalo tadi aku cuma bermimpi atau berhalusinasi. Sari kemana mayat perempuan itu? Sebenarnya kamu tuh siapa Sari?”, batin Lisa.

Sampai di depan kamar Sari, Lisa ragu untuk masuk. Ia takut.
Sari: “Kamu ngapain di depan kamar? Sini masuk.”
Lisa: “Eh, bentar. Kayaknya ada yang ketinggalan di kamar mandi.”
Sari: “Yaudah sih nggak papa, nggak bakal ilang kok. Sini Masuk.”
Lisa: “Bentar, aku ambil dulu deh.”
Ternyata Lisa tidak ke kamar mandi, ia malah menuju pintu utama rumah. Ia berusaha ingin kabur, namun sayang pintu terkunci, jendela rapat sekali, tidak ada celah sama sekali. Lisa semakin kebingungan, ia terkurung di rumah Sari yang menyeramkan. Sambil mengontrol diri, ia berfikir kalau ia harus menemukan sesuatu untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi apa-apa dengan dirinya. Akhirnya ia menemukan pisau di dapur kemudain ia taruh di belakang punggungnya. Setelah merasa cukup siap dan berani menghadapi situasi tersebut Lisa pun memberanikan diri untuk masuk kamar Sari.
Sari: “Ketemu? Apa yang ketinggalan?”
Lisa: “Kok handphone aku nggak ada ya?”
Sari:  “Lho, ini handphone kamu.” (sambil memberikan handphone ke Lisa)
Lisa: “.....” (Ia bingung, kok handphonenya bisa ditangan Sari? Ternyata ia lupa kalau tadi ia tidak membawa handphonenya ke kamar mandi.)

Sari duduk di depan meja rias sambil sedikit merias wajahnya. Lisa duduk di atas kasur sambil memperhatikan wajah Sari di cermin. Sari nampak tenang dan indah. Merasa diperhatikan, tiba-tiba Sari menghampiri Lisa, mereka duduk bersebelahan. Lisa kaget dan mencoba menghindar.
Sari: (dengan nada suara datar) “Kamu nggak usah takut gitu. Aku tahu apa yang ada di dalam pikiran kamu."
Lisa: (tersentak kaget) “Hah? Maksud kamu apa?”
Sari: “Hmm kamu sayang sama aku kan?”
Lisa: “Eee.. Iyaa.. Terus?”
Sari: "Aku tahu kamu pasti pengen tahu lebih jauh tentang aku. Oke, aku mau jujur ke kamu."
Lisa: (sedikit berpura-pura) “Hmm jujur tentang apa?”
Sari: “Lisaa, please deh. Nggak usah pura-pura, gitu. Aku mau ceritain yang sebenernya ke kamu. Mau dengerin kan?”
Lisa: “Hah?”
Sari: “Hmm jadi gini ceritanya, Lisaku sayang...”
Sari menceritakan mengenai apa yang dialami Lisa barusan di rumahnya. Sari ternyata sudah membunuh 2 orang perempuan di rumah ini. Mayat yang ada di dekat kamar mandi adalah perempuan kedua. Mereka adalah mantan kekasih Sari. Ia menceritakan ke Lisa alasan ia membunuh dua perempuan itu. Berdasarkan masa lalunya bahwa ia adalah seorang anak yang ‘menderita’. Ibu kandungnya meninggalkannya entah ke mana sejak ia masih balita. Ayahnya menikahi seorang wanita yang menjadi ibu tirinya. Belum lama rumah tangga baru mereka terjalin, ayahnya meninggal dunia. Akhirnya ia hanya hidup berdua dengan ibu tirinya. Ibu tirinya depresei, hampir frustrasi. Sebenarnya ibu tirinya sangat tidak menyukai Sari, sering kali ibu tirinya melecehkannya hingga bertindak kasar terhadap Sari. Setelah ayah kandungnya meninggal dunia tak jarang tubuh Sari lecet-lecet/luka-luka karena ibu tirinya. Bagi ibu tirinya Sari hanyalah pembawa sial. Sari menjadi korban pelampiasan ibu tirinya yang hampir gila.
Di saat keadaan semakin membuat Sari muak, akhirnya Sari nekat membunuh ibu tirinya. Ia pergi meninggalkan tempat tinggalnya, ia memilih hidup sendiri. Sejak kejadian itu ia mulai sangat membenci perempuan. Ia menyimpan dendam terhadap perempuan, siapa pun itu.
Lisa: “Ya ampuun, Sari, cuma karena rasa dendam akal sehat kamu jadi hilang dan kamu harus membunuh mereka? Kamu udah gila, Sari! Kamu psikopat! (Lisa mulai menjauh dari Sari dan bersiap-siap untuk mengambil pisau yang ia selipkan di belakang punggungnya)
Sari: (sambil menangis sesegukan) “Lisa, kamu jangan berprasangka buruk dulu tentang aku. Semua ini gara-gara ibu tiriku. Aku nggak terima, aku sudah tersakiti banget.
Lisa: (merasa simpatik dan prihatin dengan Sari) “Tapi kenapa harus kayak gitu solusinya, Sari? Semua masalah pasti bisa diselesaikan dengan baik-baik. Nggak harus dengan cara membunuh.” (diurungkan niatnya mengambil pisau)
Sari: (merasa mangsanya mulai terpancing) “Iya, aku tahu. Tapi aku udah nggak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Semua ini gara-gara ibu tiriku, Lisa. Aku jadi kayak gini gara-gara dia.” (kembali menangis sesegukan dan berusaha untuk memeluk Lisa)
Lisa: (mulai percaya dengan Sari dan dengan terpaksa menerima pelukan Sari, diurungkan niatnya mengambil pisau) “Iya, aku ngerti. Tapi kamu jangan kayak gitu lagi. Aku tahu kamu tuh perempuan baik. Kamu harus berubah, Sari. Demi kamu sendiri, dan juga demi aku. ”
Sari: “Maafin aku ya, Lisa. Maaf banget.
Sari merasa jebakannya sudah berhasil, Mudah sekali perempuan ini dibohongi. Ha ha., batinnya. Lisa mulai terhanyut dengan keadaan sendu itu. Umpan sudah dimakan, sekarang giliran aku yang memakan., picik Sari. Pelan-pelan tangan Sari meraba pundak Lisa, menuju lehernya. Lisa merasa nyaman dan terbuai. Pelan pelan tangan Sari menjelajahi leher Lisa. Lisa sangat menikmati belaian Sari, Lisa mulai lunglai. Merasa waktunya sudah tepat, Sari langsung mencekik leher Lisa. Lisa kaget, Sari mendorongnya ke atas kasur dengan tangan masih mencengkram leher Lisa.
Lisa: “Sari? Kamu kenapa? Lepasin aku! Sarii? Lepasiinn!
Sari tak berkata apa-apa, cengkramannya semakin kuat. Lisa mencoba untuk mendorong Sari namun hanya tangan kirinya yang bisa menahan dorongan Sari, Lisa menahan badan Sari dengan tangan kirinya, mencoba berontak.
Sari: (dengan senyuman sinis dan tertawa jahat) “Ha ha ha. Lisaa, Lisaa. Perempuan bodoh, tidak berguna. Ha ha ha.
Lisa tidak bisa berkata-kata lagi, tenaganya mulai habis. Ketakutannya muncul kembali, ia takut jadi korban Sari yang berikutnya. Lisa masih mencoba untuk berontak, ia berusaha mengambil pisau dari belakang punggungnya. Setelah harus bersusah payah akhirnya pisau sudah di genggaman tanggannya. Berusaha mengumpulkan tenaga, Lisa berontak sambil melayangkan pisau yang ia genggam ke arah Sari. Lengan Sari tergores, seketika cengkramannya melemah, amarahnya semakin membara. Lisa lepas dari cengkraman sari namun ia masih berada di atas kasur. Lisa terduduk di sudut kasur sambil mengacungkan pisau ke arah Sari. Dengan tenang Sari mendekati Lisa, Lisa panik dan mencoba melayangkan kembali pisau ke arah Sari. Tangan Lisa terhenti, Sari mencengkram tangan Lisa dan berusaha menjatuhkan pisau dari genggaman Lisa. Lisa nampak kesakitan, tangan kirinya berusaha untuk memukul Sari namun sayang serangannya masih bisa ditahan Sari. Pisau terjatuh dari tangan Lisa. Dengan sekuat tenaga Sari mendorong Lisa hingga terjatuh di atas kasur. Lisa berusaha untuk bangun, Sari langsung menindihnya.
Sari: “Ha ha ha. Kamu nggak bisa apa-apa lagi, Lisa. Kamu harus mati!
Lisa: “Sarii, please jangan bunuh aku. Aku minta maaf kalo aku salah. Kita bisa selesain ini dengan baik-baik, Sari.”
Sari: “Ha ha ha.
Lisa: “Saarrr....
Sari membekap Lisa dengan bantal. Lisa terus berteriak dari balik bantal, bekapan Sari semakin kuat. Tangan kirin Sari terus membekap muka Lisa, tubuhnya terus menindih perut Lisa. Lisa semakin terkulai lemas, teriakannya mulai hilang, nafasnya hampir habis, sudah tak bertenaga dan tak bisa berontak lagi. Sari mengambil pisau yang tadi terjatuh, dengan nikmatnya ia menusukkan pisu tersebut ke leher Lisa. Tubuh Lisa mengejang, menggeliat, suaranya hilang, darah segar keluar dari lehernya. Tubuh Lisa sudah tak bergerak lagi, Lisa mati di kamar Sari. Sari bangun dari tempat tidur sambil tersenyum sinis. Pisau ia letakkan di dalam laci, tubuh Lisa yang sudah tak bernyawa dipindahkan ke depan pintu, digeletakkan, Sari memegang kaki Lisa, ia menyeret mayat Lisa ke tempat ia biasa menyimpan mayat korbannya, di belakang rumah.

Minggu, 25 Maret 2012

Sagu Papua

Olah Nain Ghzl:





-Sagu asli, alami, buatan Papua.
-Biasa jadi bahan pangan masyarakat Papua.
-Mengenyangkan.
-Agak keras
-Lebih nikmat jika dimakan sambil minum kopi/teh

Gereja ( 4 Sekawan )

Oleh Nain Ghzl:


Angin kencang siang hari tadi terpaksa menjatuhkannya dr rerantingan pohon mangga. Tergeletak, namun bentuknya masih cukup rapih.
Sangkar burung Gereja, berisi 4 anak burung Gereja. Mereka belum ditumbuhi bulu, masih berwarna merah muda. Lemah dan rentan.
Aku ingin mengembalikannya ke atas sana. Tp aku ragu, aku takut angin kencang menjatuhkan mereka (lagi). Kuurungkan niatku.

Bagaimana nasib 4 'bayi' ini? Kemana perginya Ibu mereka? Apa yg harus kulakukan? Membuang mereka? Ah, hampir pusing aku dibuatnya.
Biarkan saja? Aku tak mau mereka hidup sia-sia. Aku jg tak ingin mereka mati begitu saja. Akhirnya kuletakkan mereka di atas meja.
Ya, sementara mereka 'diam' di atas meja aku berfikir mungkin aku bisa memelihara mereka. Mungkin aku bisa memberi mereka makan.
Mereka nampak kelaparan, paruhnya selalu terbuka. Entah lapar/haus, yg pasti perut mereka harus terisi. Entah diisi dengan apa.

Nampaknya aku harus membuatkan mereka tempat yg lebih layak, sebuah kotak dengan lubang-lubang kecil. Ya, sebuah kandang.
Sekarang kalian sudah aman, di dalam kamarku. Semoga suatu saat nanti aku bisa melihat kalian terbang. Selamat malam, 4 sekawan.




Jumat, 23 Maret 2012

Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat.

Oleh Nain Ghzl:


"Mumpung masih muda, nikmatin hidup sebebas-bebasnya." Pernyataan seperti itu sering kali keluar dari kaum-kaum muda. Kenapa? Karena kaum muda adalah kaum yang bebas. Ekspresif. Rentan dengan dosa. Kenapa rentan dengan dosa? Kaum muda tuh identik dengan hal 'coba-coba', rasa ingin tahunya tinggi. Baik atau buruknya sesuatu jadi tertutupi oleh rasa ingin tahu. Kalo udah tahu, ada yang ketagihan ada juga yang menyesal dan nggak mau dilanjutkan, istilahnya: cukup tau aja lah.

Kaum muda tuh emosinya tinggi, berapi-api, makanya banyak anak muda yang sering terlibat/melakukan sesuatu hanya karena faktor emosi. Ya, sesuatu, entah itu hal baik maupun hal buruk. Entah itu yang dilakukan anak SMP, SMA atau Mahasiswa. Mereka adalah kaum muda. Yang Muda, Yang Berdosa (diambil dari survei rata-rata kebanyakan kaum muda)

"Udah lah, masih kayak gitu aja, udah pada tua juga." Nah, kalo pernyataan ini biasanya keluar dari sosok kaum muda tapi berkepribadian dewasa (biasanya sih Mahasiswa tingkat akhir). Ya, dikala semua hal yang awam sudah diketahui dengan puas kadang seseorang berkesadaran, mendapat teguran, entah dari mana. Bukan mereka orang yang seperti ini termasuk ke dalam golongan orang Yang Tua, hanya pola pikirnya aja yang berkembang.

Kalo untuk golongan Yang Tua, mereka biasanya udah mencapai usia di atas 30-40an, ya udah memiliki pekerjaan, istri dan beberapa orang anak lah. Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan ini udah merasakan manis-pahitnya hidup muda, hidup bebas. Nggak sedikit orang yang merubah pola hidupnya ketika sudah memiliki istri maupun anak. Dunia mereka udah beda. Mereka berubah. Yang Tua, Yang Bertaubat. (diambil dari survei rata-rata kebanyakan kaum tua)

Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat. Saat masih muda hidup pasti penuh dengan dosa (baik yang disadari maupun tidak), maklum, kaum muda. Saat sudah (merasa) tua, ingin hidup tenang, tanpa dosa, ingin masuk surga, maka bertaubatlah mereka.

Ya, mungkin itu udah termasuk dalam siklus kehidupan manusia. Baik yang terjadi di sekitar kita maupun di luar sana, rata-rata sama. Toh namanya kehidupan, dijalanin aja dengan bijaksana.
Yang Muda, Yang Berdosa. Yang Tua, Yang Bertaubat.

Salam hangat, Yang Maha Muda!

Minggu, 18 Maret 2012

Meninjau Logo Carlsberg

Oleh Nain Ghzl:







Identifikasi 
Carlsberg adalah nama sebuah produk minuman bir dengan logotypenya juga yang bernama Carlsberg. Nama perusahaan dari produk minuman bir ini adalah Carlsberg Group yang berdiri sejak tahun 1847 dan didirikan oleh J. C. Jacobsen. Pusat industrinya berada di Kopenhagen, Denmark. Setelah bergabung dengan konglomerat Norwegia, Orkla ASA pada Januari 2001, Carlsberg menjadi perusahaan bir terbesar kelima di dunia yang mempekerjakan 45.000 pekerjanya pada tahun 2009. Mungkin sekarang (tahun 2011) jumlah karyawan di perusahaan ini lebih dari 31.680 pekerja.

Nama Carlsberg sendiri diambil dari nama anaknya Carl (Carl Jacobsen), dan kata berg adalah nama kota/daerah tempat J. C. Jacobsen lahir.



Deskripsi 
Logo Carlsberg ini memiliki warna background hijau. Tipografinya berwarna putih dengan menggunakan font dasar slab serif kemudian struktur huruf-hurufnya diubah sedemikian rupa sehingga menjadi jenis font dekoratif dengan pendekatan gaya desain art nouveau.

Hampir semua struktur huruf pada logo ini diubah, huruf C yang diubah strukturnya dan jaraknya pun didekatkan dengan huruf A sehingga huruf A terlihat masuk kedalam huruf C. Pada huruf L dan S juga terjadi perubahan karena adanya penyambungan huruf yang dilakukan sang desainer. Huruf B, E, dan R kedua pun berubah karena penyambungan huruf, dan perubahan yang nampak jelas terletak pada huruf R. Penyambungan huruf pun berbeda-beda satu sama lain, antara A dan R pertama, L dan S, dan B, E, dan R kedua. Huruf yang tidak mengalami penyambungan adalah C dan G namun pada huruf G terdapat tambahan pada loop-nya.

Diatas huruf R kedua terdapat unsur gambar seperti daun/bunga.Sementara itu diatas logotype Calrsberg ini terdapat gambar mahkota berwarna emas dengan lambang salib diatas mahkota tersebut. Di dalam gambar mahkota ini terdapat 4 unsur gambar burung yang berwarna setengah merah setengah emas, ada bentuk oval dengan garis vertikal didalamnya, tepat dibawah unsur gambar salib ada 3 buah titik yang tersusun vertikal berukuran dari kecil ke besar yang juga menjadi pemisah diantara 4 unsur gambar burung yang ada.

Secara keseluruhan pencitraan pada logo Carlsberg menggunakan gaya desain art nouveau yanga mana memiliki kesan dekoratif dengan unsur hiasan floral dan hiasan klasik juga indah berupa mahkota yang mewah.



Interpretasi 
Dimulai dari logotype, Carlsberg. Pada hururf C yang mengalami perubahan bentuk struktur huruf memberi kesan seperti gading gajah yang kuat, tajam dan bersih. Perubahan bentuk struktur huruf pada huruf L dan S memberi kesan seperti kaki gajah yang kuat, tegap dan kokoh. Pada 3 huruf yang menyambung (B, E dan R) sebelum huruf terakhir (G) memberi kesan seperti kepala dan tubuh gajah yang kecil tapi kuat dan tenang. Tambahan yang ada pada huruf terakhir yakni G memberi kesan seperti belalai gajah yang sedang menjuntai keatas yang seakan-akan mengilustrasikan seekor gajah yang sedang haus.

Huruf C yang sekilas seperti gading gajah memiliki makna bahwa produk ini (Carlsberg) merupakan minuman bir yang kuat aromanya, tajam atau nikmat rasanya (tajam dalam arti rasanya benar-benar rasa minuman hasil fermentasi yang sejati–penulis), dan bersih proses pembuatannya.

Huruf L dan S yang sekilas seperti kaki gajah memiliki makna bahwa Carlsberg perusahaan yang dapat bertahan lama dengan sistem yang bagus, fokus, bangunan yang kokoh, dan pendirian yang tegas dan tidak mudah goyah. Carlsberg merupakan perusahaan yang tidak mudah untuk ditumbangkan.

Pada huruf B, E  dan R kedua yang sekilas seperti kepala dan tubuh gajah yang kecil tapi kuat memiliki makna bahwa Carlsberg merupakan produk minuman hasil fermentasi yang kuat aromanya yang berdampak kecil bagi tubuh seseorang dan ada dampak besar tapi juga ada dampak positif bagi kepala seseorang (fikiran seseorang lebih tepatnya). Dengan menikmati produk Carlsberg dapat menenangkan suasana, menyegarkan fikiran dan tubuh namun dapat memberikan dampak negatif jika terlalu banyak mengkonsumsinya.

Tambahan yang ada pada huruf terakhir yakni G memberi kesan seperti belalai gajah yang sedang menjuntai keatas memiliki makna Carlsberg merupakan produk minuman hasil fermentasi yang cocok dikonsumsi untuk orang yang kehausan karena cuaca yang panas sehingga setelah mengkonsumsi produk ini rasa haus hilang seketika dengan efek segar yang dirasakan tubuh.

Unsur gambar bunga yang ada diatas huruf R kedua memilki makna bahwa produk Carlsberg selalu beraroma enak dan segar juga memberikan efek menyegarkan pada menyejukkan orang yang mengkonsumsinya. Selain itu unsur gambar bunga tersebut juga berfungsi sebagai simbol pada huruf R yang jika kata Carlsberg dibaca/diucapkan ada sedikit penekanan di huruf R kedua sehingga bunyi kata Carlsberg menjadi sedikit berbeda dari tulisannya.

Font Dekoratif dengan pendekatan gaya desain Art Nouveau memiliki makna bahwa produk Carlsberg diharapkan dapat menciptakan kecerian, kegembiraan, kesegaran, kesejukan juda keindahan bagi orang lain sehingga mereka dapat menikmati hidup mereka dengan semangat, ceria dan selalu bersahabat dengan sekitarnya (alam).

Unsur gambar mahkota mewah (lebih detailnya ada di bagian 2. Deskripsi) member kesan kemewahan, keberanian, ketangguhan, kemenangan, juga kebebasan. Makna yang terkandung didalamnya adalah Carlsberg merupakan produk yang mewah, bebas tai sopan, dan memiliki daya tarik sebuah kemenangan.

Warna background kijau memiliki makna kenyamanan, kesejukan dan kesegaran bahwa Carlsberg dapat memberikan efek kenyamanan, kesegaran dan kesejukan. Warna pada logotype ini adalah putih yang memiliki makna kebersihan, ketenangan, kesegaran, kehalusan juga kejujuran.

Secara keseluruhan logotype Carlsberg yang berwarna putih ini dengan unsur gambar bunga diatas huruf R kedua dan jenis font dekoratif dengan pendekatan gaya art nouveau juga unsure mahkotanya memiliki makna bahwa Carlsberg merupakan produk yang mewah, bersih dan jujur proses pembuatannya, bagus perusahaannya, nikmat dan segar rasanya, kuat dan enak aromanya, bagus kualitasnya, jika dikonsumsi dapat menyegarkan dan menyejukkan suasana pastinya juga dapat menciptakan rasa semangat, keceriaan, kenyamanan dan kebersamaan dalam hidup.



Kesimpulan
Dari sekian proses yang sudah dilakukan dapat ditarik satu kesimpulan mengenai Carlsberg. Kesimpulannya adalah bahwa logo Carlsberg dibuat dengan gaya desain art nouveau yang simple mengutamakan pada ornamental floral dan kesegaran, kenyamanan, keindahan juga kemewahan. Karya ini termasuk unik dan menarik dimana dapat memberikan kesan eyecatching dan nyaman bagi orang yang melihatnya.

Makna-makna dari semua unsur visual tersebut saling berhubungan dengan produk Carlsberg sendiri.

Selasa, 06 Maret 2012

Sehat Vs Sakit

Oleh: Nain Ghzl


Siapa sih yang nggak mau hidup sehat? Bisa beraktifitas dengan baik, makan dengan nikmat, tidur lelap, setiap hari tuh tubuh rasanya seger banget. Hidup sehat menjadi idaman setiap orang dan tentunya banyak dari kita yang nggak mau sakit. Sakit bisa menghambat segalanya, kebalikannya sehat lah. Sehat susah didapat, sakit mudah didapat.

Pernah sakit? Pada saat kondisi seperti apa sakit itu datang? Bagaimana rasanya? Pasti nggak enak, kan? Ya, dan kebanyakan oran-orang yang sedang sakit itu pasti selalu MENGELUH. Oke, mengeluh saat sakit itu emang wajar, tapi kalo berlebihan itu udah nggak wajar, coy. Sebagai orang yang beriman gue percaya bahwa sakit itu adalah teguran dari Tuhan, bentuk rasa sayang Tuhan terhadap umatNya. Pemberian dari Tuhan kok dikeluhkan? Ada baiknya bersyukur masih bisa merasakan sakit. Tuhan tu yang megang kendali, serahin aja sam Sang Maha, toh Ia lebih tau apa yang baik/buruk untuk umatNya. Oke, stop bawa-bawa Tuhannya, males aja kalo ada yang sakit tapi mengeluhnya berlebihan, apalagi 'keluhan' itu sampe dipublish ke jejaring sosial. (kok jadi sinis gini gue?) Oke, yang pasti kalo Tuhan udah ngasih sakit nggak mungkin Dia nggak ngasih sehat (kesembuhan) untuk umatNya.

Ada yang bilang kalo sakit tuh cuma sesuatu yang numpang lewat di dalam tubuh kita. Oke, ada benarnya juga sih pernyataan itu, tapi kalo sakitnya betah gimana? namanya bukan sakit lagi dong, jadi penyakit. Ya, penyakit bukan "sesuatu yang numpang lewat di dalam tubuh kita" tapi sebuah parasit yang hidup di dalam tubuh kita. Penyakit = Parasit = Harus dibuang sampe akar-akarnya.

Sakit bisa jadi penyakit, sehat bisa menghalang sakit dan penyakit. Sayangnya, hidup sehat tuh susah coy. Dari pola makan, pola tidur dan pola-pola yang lainnya harus serba sehat. Bisa gitu? Yaa bisa aja si kalo niat mah. Terkadang kalo abis sakit terus sembuh pasti bawaannya pengen hidup serba sehat, tapi itu cuma bertahan beberapa hari dalam pikiran, banyak 'setan' di dalam dan luar sana, coy. Seenggaknya setelah sembuh dari sakit setiap dari kita disadari atau tidak pasti akan dapat hikmah dariNya, apapun itu.

Sakit? Dinikmatin aja secara bijaksana.
Sehat? Ya disyukurin atuh.

Sehat itu memang mahal tapi sakit jauh lebih mahal!

Sabtu, 04 Februari 2012

Banyak Orang Yang...

Oleh Nain Ghzl:


Banyak sekali orang-orang kritis sampai-sampai mereka tak sadar bahwa hidup mereka sebenarnya sedang kritis...

Banyak orang yang bisa menjaga perasaannya demi pasangannya dan banyak sekali orang yang tidak bisa menjaga imannya demi Tuhannya...

Banyak orang yang terlalu sibuk mencintai pasangannya dan banyak sekali orang yang malas-malasan mencintai Tuhannya...

Banyak orang yang mengeluh tentang ini-itu dan banyak sekali orang yang lupa bersyukur kepada Tuhannya...

Banyak orang yang bisa menjaga mata dan telinganya dan banyak sekali orang yanag tidak bisa menjaga hati dan pikirannya...

Banyak orang yang dengan mudah memberikan amanat dan banyak sekali orang yang dengan mudah melupakan amanat...

Sabtu, 14 Januari 2012

Fotografi Dasar

Oleh Nain Ghzl:


1. 0 Km




2. Transisi







3. Konsentrasi





4. Untuk Anak & Suami




5. Sepeda Senja




6. In Open Relationship


Rainmantic


Oleh Nain Ghzl:


1. 
Kau layaknya dingin di ruangan ini, menusukku perlahan, dan aku semakin terpaku, terbeku tanpa sedikit pun kehangatan...

2. 
Kau pun datang, membawa kesejukan, mencoba menghayutkanku dalam kenyamanan, membasuh peluh penat beban. Terimakasih, hujan.
 
3.
Aku selalu memujamu tapi terkadang aku juga membencimu (pada keadaan tertentu). Entah apa makna perasaan ini terhadapmu, hujan.

4. 
Hujannnya dingin, sedingin tatapan matamu...

5.
Hujannya awet, seawet perasaanku ke kamu...

6.
Hujannya romantis + manis, kayak kamu...

7.
Hujannya deras, sederas perasaanku padamu...

8. 
Hujannya nggak reda-reda, kayak kamu yang nggak pernah reda menghujani hatiku...
 
9.
Oh, hujannya udah berhenti? Gapapa lah, yang penting kamu nggak pernah berhenti menghujani hatiku...

10.
Kamu tuh dingin banget, sedingin angin di malam gerimis...


Monologila

Oleh Nain Ghzl:


1.
Hmm, btw, kok lu betah banget sih menjomblo? Udah lah, pacaran aja, bro! | Bro, jomblo itu nasib, single itu prinsip.

2.
Jodoh emang nggak bakal ke mana tapi kalo lu diem aja jodoh lu bisa kabur nanti, bro! | Bro, jodohku jodohku, jodohmu jodohmu.

3.
Hidup itu cuma 1x, bro, udah lah, nikmatin aja kefanaan ini dengan sepuas-puasnya! | Bro, hidupku hidupku, hidupmu hidupmu.

4.
Ayolah, mumpung masih muda bro. Mau lu mati muda? Gua sih ogah! | Bro, matiku matiku, matimu matimu.

5.
Lu kenapa sih? Mau jadi orang yang agamis? Nggak usah sok alim deh, bro! | Bro, agamaku agamaku, agamamu agamamu.

6.

Ah, terlalu banyak berteori. Itu cuma pemikiran lu aja, bro! | Bro, pemikiranku pemikiranku, pemikiranmu pemikiranmu.

7.
Ah, udah lah, bro, ga usah mengkhayal tinggi-tinggi, sok jadi pemimpi, banyak mimpi! | Bro, mimpiku mimpiku, mimpimu mimpimu.

8.
Lu ga punya jawaban yang lebih pasti, bro? Selain iniku iniku, inimu inimu, ituku ituku, itumu itumu? | Bro, kepastian itu cuma milik Tuhan.

9.
Ah, lu tu cuma bikin gue bingung, cuma bikin gue goyang. Nggak asyik lah! | Bro, hidup itu harus punya prinsip biar ga goyang.


  

Wahyu Sulaiman Rendra

Media: Print on paper
Ukuran: A4
Oleh Nain Ghzl:



Wedding Ring

Media: Mix media
Oleh Nain Ghzl:




John Lennon T-shirt

Media: Screen printing on t-shirt
Oleh Nain Ghzl: