Rembulan tlah menyapu awan, dipanggilnya bintang-bintang. Bercumbu mereka di langit yg hitam kebiruan.
Maaf Tuan, semilir angin yg kau harapkan tak bisa dtg. Ia sedang dlm perjalanan, mengawal awan yg kedinginan di jalan pulang.
"Abang, tak usah lah kau kebingungan. Pandangi saja aku dalam-dalam, dg nyaman. Biarkan hatimu terbenam." Bisik Si Rembulan.
Duhai Rembulan, aku masih memandangmu, menatapmu dg tajam. Tp jgn kau buat hatiku terbenam, tak ada tanggul untuk ku genggam.
"Abang, biarkan aku benamkan hatimu, kan kuhanyutkan engkau menuju pesonaku, menikmati kesempurnaanku." Ajak Si Rembulan.
...dan kita semakin hanyut, Bulan. Kau cumbu aku terus-terusan, dg kesejukkan. Aku terbenam, tak ingin pulang. Hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar