Tidak perduli dg
keadaan sekitar, di luar sana mereka teriak, mengeluhkan nasibnya,
meminta-minta.
Ada pula yg nekat
mengetuk kaca, dg tampang melas, mereka berharap ada secercah rezeki yg keluar
dr jendela.
Mereka tak
perduli rezeki itu apa, entah rokok, sepeser uang, atau sepotong makanan. Bagi
mereka rezeki itu datang dr celah jendela.
Dan itulah mata
pencaharian mereka. Bersiap siaga disamping rel, menunggu berhentinya kereta. Cukup
5 menit saja.
1 langkah dr sisi gerbong, tempat mereka 'bekerja', di
bawah jendela kereta, di setiap harinya. Mereka, bocah-bocah yg mengharap iba
dr sang empunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar