Selasa, 06 September 2011

Kota Pengemis

Oleh Nain Ghzl:


Tidak perduli dg keadaan sekitar, di luar sana mereka teriak, mengeluhkan nasibnya, meminta-minta.
Ada pula yg nekat mengetuk kaca, dg tampang melas, mereka berharap ada secercah rezeki yg keluar dr jendela.
Mereka tak perduli rezeki itu apa, entah rokok, sepeser uang, atau sepotong makanan. Bagi mereka rezeki itu datang dr celah jendela.
Dan itulah mata pencaharian mereka. Bersiap siaga disamping rel, menunggu berhentinya kereta. Cukup 5 menit saja.
1 langkah dr sisi gerbong, tempat mereka 'bekerja', di bawah jendela kereta, di setiap harinya. Mereka, bocah-bocah yg mengharap iba dr sang empunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar