Selasa, 06 September 2011

Ketika Si Jago Jadi Burung Dara

Oleh Nain Ghzl:


Adalah Jago, tak berjengger namun pandai berkokok. Berkokok adalah kehebatannya. Pagi, siang maupun malam ia terus berkokok dimana-mana, mencari mangsa menggertak lawannya.
Akhirnya di suatu tempat, Jago menantang lawannya, senjata andalannya digunakan: berkokok. Lawannya terus menikmati kokokan Jago hingga akhirnya keadaan hening sesaat, Jago tak lagi berkokok. Hening. Sekedipan mata ternyata Jago telah berubah menjadi Burung Dara, linglung, tak tentu arah, tanpa suara.
Si Jago tuli, buta, Jago baru sadar bahwa lawannya bukanlah sejenisnya, lawannya adalah kawanan Lebah Pekerja. Jago pun berubah.
Ketika Si Jago jadi Burung Dara, gelisah, linglung tak tentu arah, tak bersuara, patuk sini patuk sana, ia pulang membawa kabar duka bahwa ia bukanlah Jago tapi hanya Burung Dara. Burung Dara Betina.
Ketika Si Jago Jadi Burung Dara, kokokannya parau terdengar ditelinga.
Ketika Si Jago Jadi Burung Dara, payah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar