Adalah Jago, tak
berjengger namun pandai berkokok. Berkokok adalah kehebatannya. Pagi, siang
maupun malam ia terus berkokok dimana-mana, mencari mangsa menggertak lawannya.
Akhirnya di suatu
tempat, Jago menantang lawannya, senjata andalannya digunakan: berkokok. Lawannya
terus menikmati kokokan Jago hingga akhirnya keadaan hening sesaat, Jago tak
lagi berkokok. Hening. Sekedipan mata ternyata Jago telah berubah menjadi
Burung Dara, linglung, tak tentu arah, tanpa suara.
Si Jago tuli,
buta, Jago baru sadar bahwa lawannya bukanlah sejenisnya, lawannya adalah
kawanan Lebah Pekerja. Jago pun berubah.
Ketika Si Jago jadi Burung Dara, gelisah, linglung tak tentu
arah, tak bersuara, patuk sini patuk sana,
ia pulang membawa kabar duka bahwa ia bukanlah Jago tapi hanya Burung Dara. Burung
Dara Betina.
Ketika Si Jago
Jadi Burung Dara, kokokannya parau terdengar ditelinga.
Ketika Si Jago
Jadi Burung Dara, payah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar